Sabar dalam Al-Quran (1)

sabar11

Pengantar

Rasulullah SAW diriwayatkan pernah bersabda bahwa kesabaran itu adalah separuh dari keimanan. Dalam riwayat yang lain Rasulullah SAW mengilustrasikan perumpamaan hubungan sabar dengan iman seperti hubungan kepala dengan jasadnya. Sebagaimana tidak akan berfungsi jasad tanpa kepala, maka tak ada iman tanpa kesabaran, bahkan orang tidak dapat hidup tanpa kesabaran. Sehingga mustahil kita dapat hidup sebagai seorang mu’min jika kita meninggalkan kesabaran.

Sabar yang dimaksudkan disini adalah berupa ketegaran dan ketabahan menghadapi sesuatu, bukan takluk dan berputus-asa terhadap keadaan yang menimpa.

Bersabar dalam Suka dan Duka

Kita tidak dapat hidup tanpa kesabaran. Dalam hidup ini terkadang kita mendapatkan apa yang kita inginkan, dan terkadang pula memperoleh sesuatu yang tidak kita inginkan. Dalam kedua kondisi tersebut, kita memerlukan kesabaran.

Kita perlu bersabar ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan (missal: kesehatan, harta, kedudukan, dll). Karena kalau tidak sabar, maka kita akan dapat dihanyutkan oleh yang kita miliki tersebut. Manusia memiliki sifat dasar yang mendukung lupa diri tersebut, sebagaimana dijelaskan dalam ayat berikut:

“Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas. Karena dia melihat dirinya serba cukup.” (QS. Al-Alaq 6-7)

Atau peringatan Allah SWT agar jangan sampai anugerah yang Allah berikan membuat kita lalai:

“ Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.”(QS. Al-Munafiquun: 9)

Kita pun tentu perlu bersabar ketika kita mendapatkan musibah atau menimpa pada kita sesuatu yang tidak kita inginkan. Kita tidak ingin sakit, kita tidak ingin miskin, kita tidak ingin ditimpa musibah dan kemalangan. Tapi jika karena berbagai sebab kita ditaqdirkan oleh Allah memperoleh kondisi tersebut, maka kita mesti bersabar.

Jadi ujian dan cobaan kesabaran dapat berupa kebaikan maupun keburukan. Sabar menghadapi nikmat Allah lebih berat dibandingkan sabar menghadapi musibah. Karena manusia mudah lupa ketika mendapatkan nikmat (lihat surat al-Alaq dan al-Munafiqun di atas).

Orang Sabar akan dijadikan Pemimpin oleh Allah

Al-Quran banyak menyebutkan keistimewaan-keistimewaan yang akan diperoleh oleh orang-orang yang sabar. Salah satunya Allah mengatakan bahwa akan mengangkat pemimpin dari orang-orang yang sabar.

Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami karena mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami. (QS. As-Sajdah 24.)

Orang Sabar akan dilipatgandakan nilai amal baiknya

Keistimewaan lain yang didapatkan oleh orang yang sabar adalah bahwa Allah akan melipat-gandakan nilai amal baik dari orang-orang yang sabar.

…Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang SABAR dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 96)

Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan KESABARAN mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan” (QS. Qashash: 54)

Dan yang paling istimewa adalah seperti yang dijelaskan pada ayat berikut:

…Sesungguhnya hanya orang-orang yang berSABARlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas/perhitungan.” (QS. Az-Zumar: 10)

Sebagian mufassir ayat diatas dengan bahwa orang-orang yang bersabar akan diberi karunia masuk surga tanpa hisab/perhitungan.

Allah bersama Orang-Orang yang Sabar

Keistimewaan luar biasa berikutnya yang diperoleh orang yang bersabar adalah kebersamaan kita dengan Allah SWT.

 “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. al-Baqarah: 153)

Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (al-Baqarah: 249).

Dan beberapa ayat yang lain juga menyatakan bahwa Allah beserta orang-orang yang sabar, seperti adalam surat al-Anfal ayat 46 dan 66.

Sekarang kita perlu renungkan bahwa Adakah kita akan kalah kalau kita bersama Allah? Adakah kita takut akan rezeki jika Allah bersama kita? Akankah kita takut dengan orang jika Allah bersama kita? Adakah kita akan khawatir jika Allah bersama kita? []

–bersambung, Insya Allah–

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s