Laylatul Qadar dan Kedamaian

lailatul qadarLaylatul qadar adalah malam kemuliaan. Malam itu adalah malam turunnya pesan mulia dari Yang Maha Mulia, melalui malaikat termulia, kepada insan termulia. Pada malam itu turun para malaikat dan juga “ruh” untuk memenuhi bumi dengan kemuliaan.

Laylatul Qadar seperti tamu agung yang mulia. Tamu agung itu akan menghampiri orang-orang yang mempersiapkan diri untuk menjemputnya. Walaupun tidak semua orang yang mempersiapkan diri menjemputnya akan dihampiri olehnya. Apalagi orang-orang yang tidak mempersiapkan diri untuk menyambutnya.

Orang-orang yang beruntung dihampiri oleh Laylatul Qadar itu akan menerima keberkahan luar biasa. Kebersamaannya dengan para malaikat serta tiupan ruh yang menerpanya di malam itu akan membuat hidupnya berubah drastis ke arah kebaikan. Sebagaimana para tukang sihir fir’aun yang berubah drastis menjadi orang yang sangat beriman kepada Allah swt, Tuhannya Musa dan Harun as. Mereka telah menerima tiupan ruh (nafahaat) yang disebabkan satu kejadian sebagaimana dikisahkan dalam al-Qur’an. Sebagaimana Rasulullah SAW pernah menyampaikan bahwa ada waktu-waktu tertentu Allah hembuskan nafahaat yang membuatnya selamat selamanya.

إِنَّ ِللهِ فِى أَيَّامِ الدَّهْـرِ نَفَحَاتٍ فَتَعَـرَّضُوْا لَـهَا فَلَعَلَّ أَحَدَكُمْ أَنْ تُصِيْـبَهُ نَفْـحَةٌ فَلاَ يَشْقَى بَعْدَهَا أَبَدًا
“Sesungguhnya bagi Allah pada hari – hari setahun ada hembusan – hembusan rahmatNya maka sambutlah itu karena mungkin sekali salah seorang kalian mendapatkan satu hembusan dan setelahnya ia tiada akan pernah celaka” (HR Thabarani)

Bagaimana indikasinya seseorang beroleh keberuntungan kemuliaan Laylatul Qadar?

Ciri utamanya adalah: Salam.
Salam bisa berarti kedamaian, keselamatan, keterhindaran dari keburukan, dll.

Salam disini dapat berarti pasif maupun aktif.

Salam dalam arti pasif maksudnya adalah orang yang beruntung mendapatkan Laylatul Qadar itu akan merasakan kedamaian yang luar biasa dalam hatinya. Orang yang melakukan dosa, tidak akan mengalami kedamaian di hatinya. Orang yang sombong tidak damai hatinya. Orang yang memiliki kebencian, kedengkian dll tidak akan damai hatinya. Orang-orang yg damai hatinya inilah satu-satunya yang akan selamat nanti di akherat. Sebagaimana disebut dalam Asy-Syu’ara 89:
Yauma laa yanfa’u maalun wa laa banuun. Illaa man atallaaha bi qalbin saliim
(Hari itu tidak bermanfaat harta maupun anak-anak keturunan, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang salim/bersih).

Salam dalam arti aktif maksudnya adalah orang yang beruntung mendapatkan Laylatul Qadar itu akan selalu menebarkan kedamaian dan keselamatan dalam setiap perkataan dan tindak-lakunya. Orang yang beruntung tersebut tidak akan menyebarkan kebencian dan permusuhan dalam hidupnya. Keberadaannya membuat kedamaian dan keselamatan dimanapun dan kapanpun ia berada.

Sampai kapan kondisi tersebut akan dialami oleh orang yang beruntung mendapatkan Laylatul Qadar tersebut?
Jawab: Sampai datang waktu fajar.

Diantara tafsir tentang fajar yang dimaksud disini adalah fajar kehidupan manusia pada kehidupan setelah dunia ini. Kalau diibaratkan lahirnya seseorang ketika hidup di dunia ini adalah fajarnya dia di dunia, maka kematiannya adalah waktu maghrib (terbenamnya matahari). Dan waktu fajarnya di kehidupan berikutnya adalah ketika ia dibangkitkan kelak. Orang ang mendapatkan Laylatul Qadar akan mendapati dirinya dalam keadaan selamat dan damai untuk memasuk negeri kedamaian (daar as-salam) yaitu Surga Allah SWT.
Karena memang para penghuni surga adalah orang-orang yang hatinya bersih dan damai, tidak pernah mendengar hal yang sia-sia dan tidak baik.

Tidaklah para penghuni surga itu akan mendengar perkataan yang sia-sia maupun buruk (menimbulkan dosa), melainkan mereka hanya akan mendengarkan ucapan salam.
Laa tasma’uuna fiiha laghwan wa laa ta’tsiima, Illa qiilan Salaaman Salaama (QS. Al-Waqi’ah 25-26).

Malaikatpun menyambut para penghuni surga dengan ucapan salam: Salamun ‘alaykum thibtum fadkhuluuha Khaalidiin (Salam atasmu, berbahagialah kamu, maka masukilah surga ini yang kamu akan kekal di dalamnya.)

Allahumma anta as-salam, wa minka as-salam, wa ilayka ya’uudu as-salam, fa hayyinaa rabbana bi as-salam, wa adkhilnal jannata daar as-salam, tabarakta rabbana wa ta’alaita yaa dzal jalaali wal ikraam.

Ya Allah Engkaulah Salam, dan dari Mu lah Salam, dan kepada Mu lah kembali Salam, maka hidupkanlah kami dengan Salam, dan masukkanlah kami ke dalam surga negeri Salam, Maha Mulia Engkau Ya Allah yang memiliki keagungan dan kemuliaan.

Ilaahi Aamiin, Yaa Rabb al-‘aalamiin.[]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s