Menghisab Diri dan Halal Bihalal

Silaturahmi dan Halal BihalalBumi terus berputar, waktu terus berjalan. Seakan kemilau bulan Ramadhan baru kemarin datang, kini bulan termulia itu telah pergi meninggalkan kita. Entah berapa Ramadhan telah kita lalui, berapa malam laylatul qodar yang telah kita lewati, namun tersisa satu pertanyaan dalam diri,

“Adakah yang bertambah dari diri kita?”

Setiap tahun kita tutup bulan Ramadhan dengan Hari Kemenangan, semua yang kita pakai serba baru. Tapi pernahkah kita bertanya, apakah jiwa kita juga baru? Apakah Ramadhan kali ini memberikan perubahan? Apakah tahun ini lebih baik dari tahun kemarin?

Islam meminta kita untuk sering-sering Menghisab Diri sebelum dihisab di Mahkamah Allah swt. Menghisab diri adalah mengingat apa saja yang telah kita lakukan. Berapa banyak dosa yang kita kerjakan. Mengingat apakah hari ini lebih baik dari hari kemarin atau malah sebaliknya. Mengingat satu demi satu langkah yang telah kita ambil. Untuk memperbaiki dan meminta ampunan dari Allah swt atas dosa-dosa yang pernah kita lakukan dalam hubungan kita dengan Allah SWT (hablun minaLlah) maupun dalam hubungan kita dengan sesama manusia (hablun minannas). Kita didorong untuk memperbaiki hubungan kita dengan sesama manusia dengan saling memaafkan atas kesalahan yang terjadi dalam interaksi yang dilakukan. Kita yang berharap maaf dan ampunan Allah atas dosa-dosa kita terhadap-Nya, maka sudah selayaknya akan mudah memaafkan kesalahan orang lain padanya.

“…dan hendaklah mereka mema’afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. An-Nuur: 22)

Dalam ayat yang lain, Allah SWT menegaskan:

Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan mendamaikan, maka pahalanya atas (ada di sisi) Allah..” (QS. Asy-Syuara: 40)

Al-Quran juga menyatakan bahwa memaafkan kesalahan orang adalah salah satu ciri orang yang bertaqwa (QS. Ali Imran: 133-134) yang merupakan tujuan dari diperintahkannya kita berpuasa Ramadhan (QS. Al-Baqarah: 183). Sehingga sungguh sangat tepat bagi kita menggunakan momen Iedul Fitri yang merupakan pemungkas puasa Ramadhan dengan saling maaf-memaafkan. Di negeri kita tercinta ini, momen indah tersebut sering pula diistilahkan dengan Halal bi Halal.

Oleh karena itu, Mari menyongsong ampunan Allah SWT dengan saling memaafkan kesalahan diantara kita. Mari kita berusaha menjadi orang yang bertaqwa dengan saling memaafkan kesalahan di antara kita. Mari kita jemput Ridha Allah SWT dengan saling memaafkan dosa-dosa diantara kita. Mari kita ber-HALAL BI HALAL.[]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s