Laylatul Qadar dan Kedamaian

lailatul qadarLaylatul qadar adalah malam kemuliaan. Malam itu adalah malam turunnya pesan mulia dari Yang Maha Mulia, melalui malaikat termulia, kepada insan termulia. Pada malam itu turun para malaikat dan juga “ruh” untuk memenuhi bumi dengan kemuliaan.

Laylatul Qadar seperti tamu agung yang mulia. Tamu agung itu akan menghampiri orang-orang yang mempersiapkan diri untuk menjemputnya. Walaupun tidak semua orang yang mempersiapkan diri menjemputnya akan dihampiri olehnya. Apalagi orang-orang yang tidak mempersiapkan diri untuk menyambutnya. Continue reading

Advertisements

Semua kerana CINTA

CINTAManusia pada dasarnya merupakan gabungan dari eksistensi fisik (materi) dan non-fisik (ruhani). Eksistensi fisik adalah berupa wujud fisik kita yang terdiri dari badan berikut tangan, kaki, mata, telinga, dan anggota badan lainnya.

Sedangkan bagian yang non-fisik (ruhani) dari manusia pada dasarnya terdiri atas 2 komponen, yaitu: Akal dan Perasaan [1].

 

Akal berfungsi untuk dapat mengetahui sesuatu. Dia berperan untuk menyingkap dan menunjukkan sesuatu. Perannya ibarat lampu di depan mobil. Ia menerangi jalan sehingga pengemudi jadi mengetahui apa yang ada di hadapan mobil. Continue reading

Sabar dalam Al-Quran (1)

sabar11

Pengantar

Rasulullah SAW diriwayatkan pernah bersabda bahwa kesabaran itu adalah separuh dari keimanan. Dalam riwayat yang lain Rasulullah SAW mengilustrasikan perumpamaan hubungan sabar dengan iman seperti hubungan kepala dengan jasadnya. Sebagaimana tidak akan berfungsi jasad tanpa kepala, maka tak ada iman tanpa kesabaran, bahkan orang tidak dapat hidup tanpa kesabaran. Sehingga mustahil kita dapat hidup sebagai seorang mu’min jika kita meninggalkan kesabaran. Continue reading

Shalat, Akhlaq Mulia, dan Kasih Sayang

SholatDua puluh tujuh Rajab, sekitar 1393 tahun yang lalu, Penghulu para rasul, Muhammad SAW, telah diperjalankan dari Masjid al-Haram di Makkah ke Masjid al-Aqsa di Palestina dan kemudian melesat menuju “pertemuan” dengan Allah SWT di Sidratu al-Muntaha dalam 1 malam. Melalui peristiwa maha penting yang penuh hikmah ini pula, Rasulullah SAW menerima perintah yang Maha Penting yang tak lain adalah perintah Shalat 5 waktu. Mengapa Shalat begitu pentingnya sehingga untuk menyampaikan perintah tersebut, Dia menyampaikannya langsung kepada Rasul-Nya tanpa perantara siapapun. Bahkan al-Quran menggambarkan diantara Muhammad SAW dan Rabb-Nya ketika itu hanya terdapat jarak “sepanjang dua busur anak panah atau bahkan lebih dekat dari itu” (QS.An-Najm: 9). Continue reading