Sang Nabi Paripurna, Sang Rahmat untuk Semesta

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 H, Majlis Ta'lim Ar-Rouhah Bandung, 10 Januari 2015

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 H, Majlis Ta’lim Ar-Rouhah Bandung, 10 Januari 2015

(disarikan dari Ceramah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Majlis Ta’lim Ar-Rouhah Bandung,
oleh Prof. Dr. M. Quraish Syihab)

 

Sungguh sempurna sifat-sifat keluhurannya
andaikan ia menghadiahkan sinar bagi bulan purnama,
pasti tak ‘kan ia tertutup oleh gerhana
betapapun banyak cara dilakukan orang,
mencoba menguraikan sifat keluhurannya
namun sampai zaman berakhir,
tak ‘kan mungkin mereka meliputi semuanya….

(Al-Habib Ali Al-Habsyi dalam Maulid Simthud Durar)

 

Continue reading

Advertisements

Semua kerana CINTA

CINTAManusia pada dasarnya merupakan gabungan dari eksistensi fisik (materi) dan non-fisik (ruhani). Eksistensi fisik adalah berupa wujud fisik kita yang terdiri dari badan berikut tangan, kaki, mata, telinga, dan anggota badan lainnya.

Sedangkan bagian yang non-fisik (ruhani) dari manusia pada dasarnya terdiri atas 2 komponen, yaitu: Akal dan Perasaan [1].

 

Akal berfungsi untuk dapat mengetahui sesuatu. Dia berperan untuk menyingkap dan menunjukkan sesuatu. Perannya ibarat lampu di depan mobil. Ia menerangi jalan sehingga pengemudi jadi mengetahui apa yang ada di hadapan mobil. Continue reading

Sabar dalam Al-Quran (1)

sabar11

Pengantar

Rasulullah SAW diriwayatkan pernah bersabda bahwa kesabaran itu adalah separuh dari keimanan. Dalam riwayat yang lain Rasulullah SAW mengilustrasikan perumpamaan hubungan sabar dengan iman seperti hubungan kepala dengan jasadnya. Sebagaimana tidak akan berfungsi jasad tanpa kepala, maka tak ada iman tanpa kesabaran, bahkan orang tidak dapat hidup tanpa kesabaran. Sehingga mustahil kita dapat hidup sebagai seorang mu’min jika kita meninggalkan kesabaran. Continue reading

Shalat, Akhlaq Mulia, dan Kasih Sayang

SholatDua puluh tujuh Rajab, sekitar 1393 tahun yang lalu, Penghulu para rasul, Muhammad SAW, telah diperjalankan dari Masjid al-Haram di Makkah ke Masjid al-Aqsa di Palestina dan kemudian melesat menuju “pertemuan” dengan Allah SWT di Sidratu al-Muntaha dalam 1 malam. Melalui peristiwa maha penting yang penuh hikmah ini pula, Rasulullah SAW menerima perintah yang Maha Penting yang tak lain adalah perintah Shalat 5 waktu. Mengapa Shalat begitu pentingnya sehingga untuk menyampaikan perintah tersebut, Dia menyampaikannya langsung kepada Rasul-Nya tanpa perantara siapapun. Bahkan al-Quran menggambarkan diantara Muhammad SAW dan Rabb-Nya ketika itu hanya terdapat jarak “sepanjang dua busur anak panah atau bahkan lebih dekat dari itu” (QS.An-Najm: 9). Continue reading

Cara Pandang

Hari itu Ruang Serba Guna dari Kantor Pusat sebuah BUMN telah disulap menjadi venue ibadah rutin seminggu sekali di hari Jumat.  Ya, Jum’atan. Saya duduk hampir bersamaan dengan mulainya khutbah. Saya tidak kenal siapa khatibnya, tapi ada hal menarik dari konten khutbahnya yang ingin saya share disini.

Waktu itu, sang khatib membawakan sebuah riwayat yang dinisbatkan pada Ibnu Abbas (ra). Diriwayatkan ada seseorang mengajukan 3 pertanyaan kepada Ibnu Abbas ra, mengenai hari terbaik, bulan terbaik dan amalan terbaik. Ibu Abbas (ra) menjawab bahwa menurutnya hari terbaik adalah hari Jumat. Bulan terbaik adalah bulan Ramadhan. Sedang amal terbaik adalah Sholat 5 waktu pada waktunya. Continue reading