Semua kerana CINTA

CINTAManusia pada dasarnya merupakan gabungan dari eksistensi fisik (materi) dan non-fisik (ruhani). Eksistensi fisik adalah berupa wujud fisik kita yang terdiri dari badan berikut tangan, kaki, mata, telinga, dan anggota badan lainnya.

Sedangkan bagian yang non-fisik (ruhani) dari manusia pada dasarnya terdiri atas 2 komponen, yaitu: Akal dan Perasaan [1].

 

Akal berfungsi untuk dapat mengetahui sesuatu. Dia berperan untuk menyingkap dan menunjukkan sesuatu. Perannya ibarat lampu di depan mobil. Ia menerangi jalan sehingga pengemudi jadi mengetahui apa yang ada di hadapan mobil. Continue reading

Iklan Menyeramkan

Nafsu makan saya dan istri mendadak hilang ketika melihat sebuah iklan di TV kemarin. Iklan yang –kalau tidak salah—dipersembahkan oleh PMI (karena ada pak JK, ketuanya, muncul disana), IDI (ada ketuanya pula muncul disitu), dan sebuah produk obat anti masuk angin untuk orang “pintar”. Tentu bukan karena melihat orang2 itu kami kehilangan nafsu makan. Tapi karena melihat beberapa scene “menyeramkan” yang ditampilkan disana. Seperti scene yang menampilkan orang yang terkena kanker mata, muntah darahnya pengidap TBC, bayi hydrocephalus, dsb. Semula saya nggak tahu, sebenarnya ini iklan apa sih. Sampai akhirnya iklan itu ditutup oleh Lula Kamal yang menyampaikan anjuran untuk berobat ke dokter bila sakit. Ohh..?! Continue reading

Mengapa Manusia Patuh?

Allamah Iqbal, seorang cendikiawan besar asal Pakistan, pernah mengatakan bahwa manusia bisa menjadi budak manusia lain karena kebodohannya. Dia memiliki dalam dirinya “ego” untuk menyanjung dirinya sendiri. Namun anehnya, mutiara sangat berharga itu malah dilemparkannya ke bahwa kaki orang2 zalim (beliau mencontohkan seperti Qubad dan Jamsyid). Setelah memiliki mentalitas budak, dia lalu menjadi sosok binatang yang lebih buruk dari seekor anjing. Sungguh, saya tak pernah melihat anjing manapun yang bersujud di hadapan anjing lainnya! Continue reading